Semacam

Assalamualaikum.

Pagi tadi, semifinal Euro 2016 yang terakhir adalah pertandingan antara German dan France. Aku, yang habis menjalani perjalanan mudik sekitar 18 jam perjalanan, tidur lelap dan ga bangun saat pertandingan berlangsung pukul 2 pagi waktu Indonesia Barat.

Aku, yang kecewa ga bisa nonton, langsung bertanya pada rekan sejawatku yang hobinya main bola, main PES, dan nonton serta mengamati dan menganalisis permainan bola tentang pertandingan tadi pagi. Ia menjelaskan dengan 2 kalimat singkat dan padat.

Perancis bertahan mulu.
Jerman bikin kesalahan mulu.

Dua kalimat itu membuatku sedikit terkejut. Bukan karena Jerman dan Perancisnya. Bukan karena pertandingannya. Dan tentu saja bukan karena rekan sejawatku.

Tapi karena kata-katanya. Yang sukses bikin baper. Ya. Mungkin ini yang namanya baper. Yang lagi dialami banyak remaja-remaja di luar sana. Yang biasanya dialami remaja pria dan wanita yang yaaa alay, karena lawan jenisnya berkata sesuatu yang menyenangkan hati atau membuat diri melayang ke angkasa dan membuat pipimu panas dan memerah akibat rasa bahagia.

Apakah hal yang aku rasakan ini adalah baper? Ya mungkin. Tapi bukan merasa bahagia feel like in my stomach are butterflies. Kata Taylor Swift mah kayak gitu tuh beautiful kind yang kadang terjadi ama anak-anak yang kasmaran ACIELAH. Tapi, malah rasa sedih yang menghampiriku.

Kata-kata rekan sejawatku tadi sukses menyadarkanku akan hubunganku dengan seseorang beberapa bulan lalu. Mungkin setahun lalu. Kata-katanya membuatku sadar apa yang telah di perbuat olehku dan seseorang itu.

Bertahan dan membuat kesalahan terus menerus.

Dalam sebuah hubungan, hal tersebut sering terjadi. Kadang hal tersebut dapat membuat hubunganmu everlasting dan mungkin dapat membuat hubunganmu come to an end. Dalam ceritaku, aku berusaha bertahan dan melakukan kesalahanku yang terus berulang. Begitupun dengan orang tersebut. Seseorang itu mencoba bertahan di saat aku sering mengulangi kesalahanku dan aku yang terus menyalahkan seseorang itu karena menurutku seseorang itu berlaku salah juga.

Ditambah, si rekan sejawatku ini memberikan kalimat lagi.

Kalo liat perjuangan Portugal sampe final teh ga sebanding sama perjuangan Itali, Jerman, sama Prancis

Kata-kata yang memiliki makna tersendiri untukku. Aku yang sedang dibuat baper oleh kata-kata itu.

Mungkin Portugal versi rekan sejawatku adalah aku. Perjuanganku benar-benar tidak sebanding dengan perjuangan seseorang terhadapku. Sebagai orang awam dalam permainan bola yang akhir-akhir ini nonton Euro 2016 karena gaada tontonan seru selama liburan, aku setuju dengan hal itu. Aku melihat jelas perjuangan Jerman, Prancis, dan Itali dalam bermain memperjuangkan negaranya masing-masing. Portugal? Aku gatau aku ga nonton 😂 tapi yang jelas, kata-kata rekan sejawatku itu mengantarkanku pada kenyataan pahit yang berujung penyesalan hingga detik ini.

Akhirnya Portugal akan melawan Perancis pada 11 Juli nanti. Ga kerasa Euro 2016 udah mau selesai lagi. Hubunganmu ama seseorang itu juga mau selesai, As? Entahlah. Aku harap tidak dan everlasting. Yaaa siapa sih yang gamau hubungannya dengan seseorang terus bertahan sampai akhir. Akhirnya ituu pas maut memisahkan yaaa, hehee 😁

Mungkin ini semacam baper, tapi baperku ga alay kayak bapermu. Baperku berkelas sekelas Euro 2016. Hingga aku sadar, ini alay ….. 💩

Wassalamualaikum.

Credit / Source : rekan sejawatku yang males banget aku sebut namanya. Makasiii yaa atas kata-katamu yang menggugah jiwaku dipagi hari yang panas ini di Kutoarjo. Cheers 🍻

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s